Mesuji, Wartaglobal.id – Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang digulirkan pemerintah pusat telah membuahkan hasil yang sangat baik di Desa Muara Asri, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Bersama melaporkan bahwa kegiatan OPLAH, khususnya program bajak sawah, berjalan dengan lancar dan efektif meningkatkan produktivitas pertanian.
Febry, Sekretaris Gapoktan Jaya Bersama, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang telah diterima. "Kami sangat berterima kasih atas program OPLAH ini. Bantuan bajak sawah sangat membantu meringankan beban petani. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya agar kesejahteraan petani di desa kami semakin meningkat," ujar Febry penuh semangat.
Di balik keberhasilan program OPLAH, petani di Desa Muara Asri masih menghadapi kendala yang cukup signifikan, yakni akses jalan usaha tani yang buruk. Wandi, Bendahara Gapoktan Jaya Bersama, mengeluhkan kesulitan yang dihadapi petani dalam membawa hasil panen keluar dari desa.
"Jalan usaha tani di desa kami sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Ongkos angkut padi pun menjadi sangat mahal. Jika cuaca kering, kami harus mengeluarkan biaya 10 ribu per karung. Namun, saat musim hujan, biaya angkut bisa mencapai 30 ribu per karung," keluh Wandi.
Kondisi jalan yang buruk ini tentu saja sangat merugikan petani karena mengurangi keuntungan yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, Gapoktan Jaya Bersama berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, dapat memberikan perhatian serius terhadap perbaikan infrastruktur jalan usaha tani di Desa Muara Asri.
Dengan keberhasilan program OPLAH dan dukungan penuh dari petani, diharapkan produksi pertanian di Desa Muara Asri dapat terus meningkat. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah dalam penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti jalan usaha tani yang layak.