Pengecoran di SPBU Banjar Negeri, kecamatan Gunung Alif Tanggamus masyarakat gerah
masyarakat "gerah" dengan SPBU Banjar negri kecamatan gunung Alif karna setiap datang minyak sekitar jam 18.30 wib pagi sudah habis.
setelah di telusuri polanya:
1. Modus yang sering terjadi:
Mobil / motor bolak-balik ngisi BBM subsidi Pertalite atau solar pakai mobil, atau motor Satu kendaraan ngisi full, keluar SPBU, masuk lagi antri lagi Akhirnya warga yang mau isi untuk harian malah kehabisan, antrian panjang sampai ke jalan raya di depan SPBU Banjar Negeri sedangkan jalan lintas padat, rawan laka.
Dibulan Agustus 2026 aja ada laka beruntun di depan SPBU itu.
2. warga gerah karna
BBM subsidi harusnya untuk warga, bukan untuk dijual lagi Kesannya SPBU tutup mata, diduga ada oknum yang bermain,
Awak media melihat langsung dan mengisi minyak di SPBU banjarnegri gunung Alif.
Banyak sekali pengecoran mobil dan motor yang antri balak balik isi minyak.
laporan masyarakat dilokasi SPBU banjarnegri menyatakan melihat langsung mobil isi pertalite full sekitar 450.000 dan motor 100.000 bolak balik sampai subuh.
Dan sumber informasi masyarakat ngobrol langsung dengan anak-anak di bawah umur masih SMP ada yang menyuruh isi minyak ada yang di bayar 10.000 sampai 20.000 sekali isi minyak.
Ini yang membuat masyarakat gerah sehingga yang mau beli minyak untuk ke kendaraan sendiri untuk pakai kekebun dan sawah minyak habis.
Sedangkan beli di kios/warung dari Rp 13000 sampai 14000/ satu liter.
Masyarakat merasa heran ada apa dengan polisi sehingga pengecoran bebas dan leluasa.
Masyarakat meminta kepada Kapolda Lampung agar menindak lanjuti secara serius sebelum masyarakat kalap dan timbul anarkis dan memakai hukum sendiri.
***ABJ***


