
Laporan dari orang tua wali murid SDN 3 kedalamon pada Selasa 27 Oktober 2026:
Sebanyak 43 lebih siswa SDN 3 Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip, Tanggamus mengalami mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

laporan awal sempat disebut 40 siswa, data terbaru dari Puskesmas gunung Alif pebrina menyebut 48 orang dan salah satunya balita dan masih di rawat inap di puskesmas talang Padang.
Kronlogi sementara dari UPTD Puskesmas Kedaloman :
• Para siswa menerima paket MBG dari SPPG Pariaman, Gunung Alip pada siang hari, dikonsumsi sekitar pukul 14.30 WIB sesuai jadwal belajar siang. Sekitar pukul 18.30 WIB bidan desa melaporkan adanya anak-anak yang mual dan muntah . Hingga pukul 21.15 WIB tercatat 43 siswa dengan keluhan mual -mual dan muntah-muntah.

20 siswa di Puskesmas Kedaloman (4 infus, 16 rawat jalan) • 7 siswa di Puskesmas Talang Padang (2 infus, 5 rawat jalan) 16 siswa ditangani bidan desa kedaloman awalnya
Kepala puskesmas gunung Alif selaku mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, mengatakan tenaga kesehatan langsung memberikan pertolongan, tapi penyebab belum bisa dipastikan keracunan MBG. Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut secara ilmiah.
"Kami masih menelusuri penyebabnya secara cermat dan ilmiah. Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi atau menyimpulkan terlebih dahulu sebelum ada hasil pemeriksaan resmi"
Pihaknya meminta orang tua segera membawa anak ke faskes jika mengalami mual, muntah, sakit perut, atau diare, dan kejadian ini akan jadi bahan evaluasi keamanan pangan program MBG.
Demikian juga penjelasan dari dinas pendidikan yang di wakili oleh kasi Suparman masih menunggu laporan dari pihak medis.
Hingga berita ini ditulis, hubungan antara keluhan siswa dan makanan dari SPPG Pariaman masih ditelusuri lebih lanjut, belum ada hasil pemeriksaan resmi.
Ada keluarga atau anak yang terdampak dan butuh informasi puskesmas terdekat.
Penjelasan dari pihak orang tua balita yang di rawat belum ada sampai saat ini membesuk.
Aldi selaku kepala sppg gunung Alif yang ada di pekon Pariaman menyatakan memang bener tapi kami belum bisa memastikan itu keracunan dari menu yang di hidangkan pada hari itu.
Diharapkan kepala pengawasan sppg propinsi Lampung menindak lanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan tersebut.
***ABJ***
