Puluhan Warga Tulang Bawang Keracunan Diduga Akibat MBG, RSUD Menggala Diserbu Keluarga Pasien, Dinkes Akui 25 Korban Termasuk Balita dan Guru. - Warta Global Lampung

Mobile Menu

Top Ads

Berita Update Terbaru

logoblog

Puluhan Warga Tulang Bawang Keracunan Diduga Akibat MBG, RSUD Menggala Diserbu Keluarga Pasien, Dinkes Akui 25 Korban Termasuk Balita dan Guru.

Tuesday, 24 February 2026

Korban Keracunan Telur Asing dari MBG Menggala.

Tulang Bawang, WartaGlobal.id – Suasana di RSUD Menggala mendadak padat, Selasa (24/2/2026). Keluarga pasien memadati ruang perawatan setelah puluhan warga diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG di Desa Menggala Tengah, Kecamatan Menggala.

Data awal menyebutkan korban hanya empat murid. Namun hingga malam hari, jumlah pasien melonjak menjadi 25 orang. Mereka bukan hanya siswa sekolah dasar, tetapi juga balita dan orang dewasa.

Korban termuda adalah Gibran (2,5), balita yang diduga mengonsumsi telur milik kakaknya yang merupakan siswa SD penerima MBG. Selain itu, Ainta Ranika (46), guru di SDN 1 Menggala Kota, turut dirawat lebih awal sebelum pasien lain berdatangan dengan gejala serupa.

Sejumlah pasien mengalami mual, muntah, pusing, dan lemas beberapa jam setelah mengonsumsi menu yang dibagikan. Dugaan sementara mengarah pada telur asin yang menjadi bagian dari paket MBG hari itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, Fatoni, S.Kep., Ns., M.M., membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan seluruh pasien murni mengalami keracunan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

“Para pasien ini murni mengalami keracunan. Dugaan sementara berasal dari konsumsi telur asin dalam menu MBG. Hingga malam ini tercatat 25 pasien, terdiri dari balita dan orang tua. Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Fatoni.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi. Dapur penyedia MBG di Menggala Tengah juga akan dievaluasi menyeluruh, termasuk standar higienitas dan distribusi.

Insiden ini menjadi catatan serius bagi pelaksanaan program MBG di daerah. Program yang dirancang untuk meningkatkan gizi pelajar justru memicu kekhawatiran orang tua. Transparansi hasil uji laboratorium dan langkah korektif dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan publik.

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang memastikan seluruh pasien mendapat perawatan intensif dan berharap tidak ada tambahan korban. “Kita berdoa agar tidak ada lagi penambahan kasus dan semua pasien segera pulih,” tutup Fatoni (Red Tuba)