Pesawaran – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Lampung menggelar rangkaian kegiatan Halal Bihalal, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), serta bakti sosial di Museum Ketransmigrasian Lampung, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP PATRI Bambang Sulistyo, Sekretaris Jenderal DPP PATRI, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung M. Firsada, Kepala Museum Ketransmigrasian Lampung Syafriyadi, Ketua Umum PATRI Lampung Moch. Mukri, Ketua Harian Andi Warisno, serta Sekretaris Umum Abdul Qodir Zaelani bersama jajaran pengurus PATRI se-Lampung.
Ketua Panitia Rakerda, Andi Warisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tiga agenda utama, yakni Halal Bihalal, Rakerda, dan bakti sosial. Ia juga menyoroti pemilihan lokasi kegiatan yang dinilai sangat strategis.
“Acara ini dilaksanakan di Museum Ketransmigrasian, satu-satunya museum transmigrasi di Indonesia, bahkan mungkin di dunia,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, baik melalui dukungan pemikiran, tenaga, maupun finansial.
Sementara itu, Ketua Umum PATRI Lampung, Moch. Mukri, menegaskan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat persaudaraan. Menurutnya, tradisi saling memaafkan menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan organisasi.
“Halal Bihalal merupakan tradisi yang harus kita jaga. Kita harus saling memaafkan, itu sangat penting,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Rakerda memiliki peran strategis dalam memperkuat organisasi. “PATRI diharapkan menjadi perekat, sesuai dengan namanya, menjadi peneduh dan pemersatu bagi seluruh anggotanya,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui sambutan Gubernur yang dibacakan oleh M. Firsada menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai PATRI memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah, mengingat sejarah panjang transmigrasi di Provinsi Lampung.
“Lampung tidak bisa dipisahkan dari masyarakat transmigran. Oleh karena itu, kami berharap PATRI dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ketua Umum DPP PATRI, Bambang Sulistyo, dalam kesempatan itu juga memaparkan sejarah transmigrasi di Lampung serta memberikan apresiasi terhadap kepengurusan PATRI Lampung yang diisi oleh banyak kalangan akademisi, termasuk profesor dan doktor.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan janda di sekitar kawasan museum, yang menjadi penutup rangkaian acara dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
